Program Keluarga Harapan Dongkrak Sektor Pendidikan

13707711_1749928085294780_4083795899670378355_nJAKARTA – Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan Kementerian Sosial (Kemensos) sangat berdampak di sektor pendidikan. Pihaknya mencatat terjadi peningkatan angka pendaftaran sekolah setelah adanya PKH.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, peningkatan angka pendaftaran pada tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar 2,3%, sementara tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 4,4%. Menurutnya tahun 2015, PKH telah menjangkau 3,5 juta keluarga.

Tahun ini, jumlahnya akan ditambah 2,5 juta keluarga, sehingga total penerima bantuan PKH sebanyak 6 juta keluarga. “Tahun 2016 ini telah dianggarkan di APBN hampir mencapai Rp10 triliun untuk 6 juta keluarga penerima bantuan PKH,” ujar Khofifah, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, PKH merupakan program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Bantuan PKH terbagi dalam dua komponen, yakni kesehatan dan pendidikan.

 

Sementara komponen kesehatan, kata dia diberikan kepada ibu hamil atau anak balita dengan jumlah bantuan sebesar Rp1,2 juta per orang. Dia menambahkan, dana bagi komponen pendidikan diperuntukkan bagi murid SD sebesar Rp450 ribu, pelajar SMP Rp 750 ribu, dan SMA sebesar Rp1 juta per tahun dibagi ke dalam empat pencairan dalam setahun.

“Tahun 2015, ibu hamil diberikan Rp1 juta untuk empat kali pencairan. Sedangkan 2016, ditingkatkan besaran bantuannya menjadi Rp1,2 juta,” jelasnya.